Terlepas dari mitologi dan cerita yang berkembang di masyarakat berkaitan dengan Tumpek Wayang dan peruwatan sapuh leger, tak banyak masyarakat tahu bahwa Tumpek Wayang ini sejatinya ditujukan untuk memuja Dewa Iswhara dengan manifestasinya untuk menerangi kegelapan duniawi dan memberikan pencerahan serta keindahan lewat seni. Sesuai dengan arti kata Wayang yang merupakan karya seni yang mempresentasikan tokoh pewayangan, maka Tumpek Wayang juga dianggap sebagai Hari Kesenian umat Hindu di Bali.
Maka dari itu wajib bagi seorang seniman yang menyungsung taksu untuk melakukan penghormatan saat Tumpek Wayang kepada Dewa Iswhara dalam perwujudan di dunia sebagai alat kesenian.
Hari tumpek wayang merupakan hari yang tepat digunakan sebagai hari pembersihan diri untuk mencapai keseimbangan antara manusia, alam semesta beserta isinya.
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin